THE WITHOUT NAPZA

For The Best Young Generation

Protected by Copyscape Original Content Check

PRAKATA


Fakta sangat sedikit dari rakyat Indonesia yang tahu dengan benar tentang narkoba. Ketika bapak presiden mengajak seluruh rakyatnya untuk memerangi dan memberantas narkoba, terjadilah pertempuran tanpa kita ketahui musuhnya. Dengan seperti itu, bagaimana mungkin pertempuran dapat kita menangkan?

Penjual narkoba yang lebih dikenal dengan bandar narkoba adalah orang yang jahat dan cerdik. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat. Mereka tidak menawarkan narkoba sebagai narkoba, melainkan sebagai pil sehat, pil pintar, food supplement, dan lain-lain. Akibatnya, oarang yang menyatakan antinarkoba itu tertipu, kemudian tanpa sadar mengknsumsi narkoba.

Berdasarkan analisa di atas dan keprihatinan terhadap merebaknya narkoba di kalangan generasi muda, maka lahirlah sebuah blog sederhana ini http://withoutnapza.blogspot.com/ semoga dapat membantu masyarakat dalam mengetahui bahaya narkoba dan mensukseskan program pemerintah dalam memberantas narkoba.

6/07/2010

PNS Selundupkan 1,9 Ton Narkoba

Diposting oleh Yoga Adi Candra

by: Rizka Diputra - Okezone
Ilustrasi (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penyelundupan narkoba terbesar yang melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) di Pusat Penerapan Pengetahuan dan Ilmu Teknologi (Puspitek).

Tak tanggung-tanggung, PNS bergelar doktor itu tertangkap tangan menyelundupkan narkoba seberat 1,9 ton.

Dalam rilis yang dikeluarkan Polda Metro Jaya, pegawai negeri itu ialah ST (52) PNS berpendidikan S3 dan MM (50) yang dengan latar pendidikan STM.

“Keduanya adalah karyawan di Puspitek,” ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Anjan Pramuka Putra dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya, Senin (7/6/2010).

Anjan menjelaskan, polisi sebelumnya telah menangkap dua tersangka lain yang diduga masih satu komplotan, masing-masing berinisial SM dan DH.

“Satuan 3 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, berhasil menangkap Saudara SM, dia tertangkap membawa dan transaksi red fosfor, epedrin, kemudian ada kafein segala. Barang ini milik Saudara DH yang dulunya pernah bekerja sebagai penyalur bahan kimia,” terangnya.

Dari penggerebekan ini Polda Metro Jaya berhasil mengamankan barang bukti seberat 1,9 ton, yang tersimpan di gudang milik DH, di kota Bogor.
(ton)

READ MORE - PNS Selundupkan 1,9 Ton Narkoba

6/04/2010

Kasus Narkoba 5 Tahun Terakhir

Diposting oleh Yoga Adi Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Selasa, 2 Juni 2009 | 18:13 WIB

Jumlah kasus kejahatan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba) di Indonesia sejak 2004 sampai Maret 2009 yang tercatat di Mabes Polri menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan.

Wakil Direktur IV Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Arnowo menjelaskan, untuk kasus narkotika (ganja, heroin, kokain, dan sebagainya) tercatat berjumlah 45.451 kasus, psikotropika (ecstasy, sabu, daftar G) berjumlah 38.125 kasus, dan jenis baya (minuman keras, kosmetik, obat palsu, dan sejenisnya) berjumlah 17.440 kasus.

Sedangkan untuk tersangka narkotika yang tercatat berjumlah 66.541 tersangka, psikotropika 55.381 tersangka, dan baya 33.895 tersangka.

"Tersangka pria sebanyak 143.584 orang dan wanita 12.233 orang, serta 413 orang warga negara asing," katanya.

Arnowo menambahkan, jumlah tersangka berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan, tingkat SLTA berada di peringkat teratas dengan 98.614 orang, disusul SLTP 35.536 orang, SD 17.194 orang, dan perguruan tinggi 4.469 orang.

Sedangkan berdasar tingkat usia, kata Arnowo, peringkat pertama adalah usia di atas 30 tahun sebanyak 73.299 orang, usia 25-29 tahun sebanyak 39.077 orang, usia 20-24 tahun 32.896 orang, usia 16-19 tahun 9.897, dan usia di bawah 15 tahun 658 orang.

Arnowo juga memaparkan jumlah barang bukti narkotika yang disita selama lima tahun terakhir. Untuk ganja disita sekitar 99 ton, heroin sekitar 90 kg, dan kokain sekitar 9,5 kg.

"Barang bukti psikotropika yang disita, untuk ecstasy 3.410.000 tablet, sabu sekitar 2,9 ton, dan daftar G sebanyak 14.441.946 tablet," katanya.
READ MORE - Kasus Narkoba 5 Tahun Terakhir

6/02/2010

Body Scanner Iran

Diposting oleh Yoga Adi Candra




iran007Teheran – Pemerintah Republik Islam Iran melengkapi bandara internasional mereka dengan alat pemindai tubuh atau body scanner serta anjing pelacak.

Adapun Pemasangan alat pemindai tubuh dan anjing pelacak ini terkait semakin banyaknya warga Iran yang tertangkap di Indonesia karena berupaya menyelundupkan berbagai jenis Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).

“Seluruh Bandara Internasional yang ada di Iran telah dilengkapi dengan anjing pelacak, body scanner dan sebagainya,” ungkap Brigjen Esmail Ahmadi-Moqaddam, Kepala Kepolisian Iran disela-sela pertemuannya dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Gories Mere, pada hari Rabu (24/2) di Teheran.

“Amerika Serikat telah memasok obat-obatan psychedelic ke Iran melalui jalur Eropa, ini dilakukan guna menimbulkan kekacauan di Iran,” ujar Ahmadi-Moqqadam.

Seperti yang diberitakan kantor berita FARS, selain menuding Amerika Serikat, Iran juga secara resmi merujuk pada budidaya opium di Afghanistan.

“Selama beberapa tahun terakhir, budidaya opium di Afghanistan telah mencapai hampir 9.000 ton per-tahunnya.” papar Ahmadi-Moqaddam.

“Karena bertetangga dengan Afghanistan dan terletak diantara Teluk Persia dan Eropa, telah membuat harga NAPZA di Iran menjadi murah,” imbuhnya.

Ahmadi-Moqaddam menjelaskan bahwa selama memerangi peredaran narkotika sekitar 3.600 petugas keamanan Iran telah tewas.

Untuk diketahui saat ini Iran menjadi ujung tombak peperangan terhadap peredaran NAPZA, khususnya opium.

Sementara Kalakhar BNN Gories Mere, menegaskan bahwa pihaknya tetap bertekad memerangi penyelundupan narkotika ke Indonesia.(Gen)

Source: http://napzaindonesia.com/perangi-penyelundupan-napza-iran-pasang-body-scanner-di-bandara-internasional.html

Negara Iran sudah berkembang dan sadar akan bahaya dari Napza. Itulah yang harus di tiru oleh pemerintah Indoneia, karena sebagian besar para pemasok Napza adalah berasal dari luar negeri. Maju terus Indonesia. Berantas Napza di Indonesia.
READ MORE - Body Scanner Iran

6/01/2010

ROKOK SINGAPURA

Diposting oleh Yoga Adi Candra

Writing by Yoga Adi Candra

ROKOK SINGAPURA.
Kenapa saya memilih judul ini karena saya tertarik sekali untuk berbagi informasi dengan apa yang telah saya lihat di hari tembakau internasional pada tanggal 1 Juni 2010 kemarin. Ketika itu saya melihat siaran bertita di stasiun swasta Indonesia namanya ***** di berita itu diberitakan tentang merek rokok Indonesia yang di Jual atau diperdagangkan di Singapura.

Betapa terkejutnya saya... Betapa kagetnya saya melihat merek rokok Indonesia maksudnya kemasann rokok Indonesia yamh sangat sangat berbeda sekali dengan kemasan rokok merek Indonesia yang di jual di Singapura.

Ini perbandingan gambarnya.

Kemasan rokok yang dijual di Singapura.


Dan ini yang beredar di Indonesia


Berbeda bukan...
Itulah Indonesia.
Negara kebangganku tapi aku kasihan terhadap negaraku sendiri.
Kenapa negaraku tidak melindungi aku dan teman temanku dari bahaya rokok.
READ MORE - ROKOK SINGAPURA

5/29/2010

Oknum Polisi Diduga Melakukan Pemerasan

Diposting oleh Yoga Adi Candra

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Bangka Belitung saat ini tengah memeriksa tiga oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan dengan meminta uang Rp 150 juta kepada tersangka kasus narkotika.

“Satu dari tiga oknum polisi ini pangkatnya perwira, yang diduga melakukan pemerasan terhadap AK, tersangka kasus narkotika yang diminta uang Rp 150 juta oleh oknum polisi tersebut,” kata Kepala Polda Bangka Belitung Brigjen (Pol) M Rum Murkal di Pangkal Pinang, Rabu (12/5/2010).

Ia mengatakan tidak ada tebang pilih dalam menegakkan hukum meskipun yang terlibat adalah oknum polisi. “Tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Menurut dia, bukti-bukti untuk memproses kasus ini sudah dilengkapi, dan tiga oknum polisi tersebut masih dalam pemeriksaan. Tiga tersangka itu sudah ditahan, tetapi sampai sekarang penyidik belum menetapkan apakah kasus tersebut masuk pidana pemerasan atau penipuan.

“Sanksinya, jika terbukti melanggar hukum bisa saja dipecat dari anggota Polri, namun itu tergantung keputusan pengadilan nanti,” ujarnya.

Ia mengatakan, penegakan hukum bagi anggota Polri sama seperti terhadap masyarakat umum, tetapi pembinaan juga harus dikedepankan. “Pembinaan juga penting agar ke depan tidak ada lagi oknum polisi berurusan dengan hukum,” katanya.
READ MORE - Oknum Polisi Diduga Melakukan Pemerasan

5/26/2010

Narkoba menyebabkan HIV AIDS

Diposting oleh Yoga Adi Candra

Peningkatan jumlah pengguna narkoba suntikan (penasun) di Afrika timur dan selatan berdiri untuk menyakiti upaya untuk mengendalikan penyebaran HIV / AIDS di wilayah ini, memperingatkan para ahli berkumpul di konferensi Forum Dunia Melawan Narkoba di Swedia pada hari Senin, Agence France -Presse laporan.

"Saya kira salah satu keprihatinan kami terbesar di Kenya adalah banyaknya orang yang kecanduan heroin, dan banyak dari mereka sebenarnya suntik sendiri," kata Jennifer Kimani Kenya Kampanye Nasional Anti Penyalahgunaan Narkoba selama konferensi. "Di antara pengguna narkoba suntik, 68-88 persen HIV positif," tambahnya.

Olawale Maiyegun, kepala Urusan Sosial Uni Afrika Departemen, menekankan keprihatinan diungkapkan oleh Kimani. "Dikhawatirkan bahwa putaran berikutnya epidemi HIV / AIDS mungkin (diminta) oleh narkoba suntikan," kata Maiyegun, menarik untuk meningkatkan upaya untuk memahami penggunaan narkoba di lingkup daerah.

Sebuah laporan 2008 dari PBB Dewan Pengendalian Narkotika menunjukkan bahwa "Afrika Timur telah menjadi 'penghubung utama bagi penyelundupan heroin dari Asia tenggara ke Afrika (dan ke) Eropa dan Amerika Utara," tulis AFP. "Penyalahgunaan heroin telah menjadi keprihatinan di beberapa negara Afrika timur dan selatan," tambah laporan itu (5 / 24).

© Henry J. Kaiser Family Foundation.
http://www.medicalnewstoday.com/articles/189929.php
READ MORE - Narkoba menyebabkan HIV AIDS

5/24/2010

1.000 Orang Dieksekusi Mati

Diposting oleh Yoga Adi Candra

1.000 Orang Terlibat Narkoba Dieksekusi Mati
WINA - Lebih dari 1.000 orang tersangkut kasus narkoba di seluruh dunia dihadapkan pada eksekusi mati setiap harinya. Angka ini dirilis oleh kelompok HAM, International Harm Reductioan Association (IHRA) hari ini.

IHRA mendesak praktek hukuman mati ini untuk segera dihapus. "Ratusan orang dieksekusi atau kasus narkoba tiap tahunnya. Angka tersebut sepertinya melonjak hingga 1.000 mengingat banyak negara yang menyimpan rapat-rapat laporan jumlah hukuman mati yang mereka lakukan," menurut laporan IHRA seperti dikutip AFP, Senin (16/5/2010).


Hukuman mati untuk para pelaku narkoba, umumnya dilakukan oleh negara-negara yang seringkali dianggap sebagai tempat pembuat serta penjual barang haram tersebut. Hukuman ini menurut IHRA masih tumbuh subur di 32 negara umumnya di Asia dan Timur Tengah.

Laporan IHRA ini menyebutkan China, Iran, Arab Suadi, Vietnam, Singapura dan Malaysia yang dianggap sebagai pelaku terburuk dari hukuman mati.

Pada enam negara tersebut, hukuman mati secara rutin berlangsung dalam waktu beberapa tahun terakhir. IHRA menyebutkan 172 orang telah dihukum mati di Iran dan 50 lainnya di Malaysia, tewas akibat hukuman mati yang berkaitan dengan kasus narkoba.

Sementara negara lain seperti memiliki moratorium yang efektif meskipun hukuman mati masih tetap ada. IHRA mendesak negara-negara tersebut untuk segera menghapuskan praktek hukuman mati sesegera mungkin.

Laporan IHRA dirilis hari ini bersamaan dengan pembukaan pertemuan Komisi Pencegahan dan Penanganan Kasus Kriminal PBB, yang akan berlansung di Wina, Austria hingga Jumat 21 Mei mendatang.(faj)






Sumber
http://international.okezone.com/read/2010/05/17/18/333285/1-000-orang-terlibat-narkoba-dieksekusi-mati
READ MORE - 1.000 Orang Dieksekusi Mati